Becak Indonesia: dari Makassar Ekspansi ke Batavia

Jejak, asal usul, dan sejarah becak di Indonesia sedikit sulit untuk ditelusuri. Bisa jadi, karena minimnya dokumentasi berbahasa Indonesia, bahkan penelitian secara serius mengenai sejarah becak pun belum banyak, kalau bisa dikatakan masih langka. Tapi beberapa arsip visual, surat kabar berbahasa Belanda dan Jepang bisa dijadikan rujukan penting dan dokumentasi yang valid tentang becak. 

Sumber yang valid dan cukup meyakinkan, semisal beberapa artikel dari koran berbahasa Jepang (Jawa Shinbun) dan koran berbahasa Belanda yang terbit di Indonesia zaman kolonial menyatakan bahwa awal mula becak dari Makassar. 

Pada umumnya dokumentasi, terutama foto-foto dan artikel tentang becak baru muncul pada sekitar akhir 1930-an. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Susan Abeyesakere. Menurut Susan, keberadaan becak di Jakarta baru terdokumentasi secara serius sejak awal 1940-an. Konon, di pertengahan tahun 1930-an, laporan mengenai uji coba becak juga telah dilakukan di Jakarta.

Ada satu tulisan yang mengupas sejarah becak di Indonesia karya Erwiza Erman. Erwiza peneliti senior di LIPI, menulis buku berjudul Dekolonisasi Buruh Kota dan Pembentukan Bangsa. Tidak semata menulis tentang sejarah becak, tapi buku ini lebih banyak membahas aspek politisasi dan sosial dari pengemudi becak. Secara ringkas, sejarah becak di Indonesia, juga pernah dibahas di majalah Historia. Beberapa sejarawan cenderung percaya sejarah becak banyak dipengaruhi oleh masyarakat Tiong Hoa. Pertama, mereka percaya hal ini karena kata becak kemungkinan besar adaptasi kata dari bahasa Hokkian, be chia, yang berarti kereta kuda. Kedua, becak banyak dikendarai ditarik atau dikendarai oleh orang-orang keturunan Tiong Hoa. Analisa ini nampak cocok jika kita melihat sejarah becak sejak di Indonesia dimulai sejak zaman 1955. Warren dan Erman cendurung merujuk sejarah becak di Indonesia karena besar dipengaruhi imigran Cina. 

Hal ini juga diperkuat oleh sebuah artikel di koran Jawa Shinbun, sebuah koran propaganda pemerintah militer Jepang. Dalam artikel yang berjudul Becha Monogatari (Kisah Mengenai Becak). Artikel ini terbit tanggal 20 Januari 1943. 

Becha Monogatari asal-usul becak di Indonesia. Di artikel ini merupakan inovasi orang Jepang dan ditemukan di Makassar. Setelah beberapa tahun kemudian, becak-becak ini dikirim ke Jakarta. Artikel yang hanya berselang dua tahun dari buku Shibukawa, sudah menyebutkan nama becak dan bukan tiga roda. Sejak kapan nama tiga roda berubah menjadi becak? Tidak ada penjelasan lebih lanjut. Tetapi, dalam artikel ini banyak mengkritik cukong-cukong becak keturunan Cina yang seakan-akan memeras tukang-tukang becak (dalam artikel ini juga sudah disebutkan istilah tukang becak). 

Japan Corner

Budaya dan koleksi tentang Jepang di Universitas Hasanuddin

Artikel Terbaru