Cara Beradaptasi Orang Jepang dalam Menjalankan Bisnisnya di Tengah Pandemi Wabah Covid-19

Bisnis Jepang

Chandra Nurcholis Magis

Tidak bisa dipungkiri bahwa pandemi wabah Corona atau COVID-19 telah memberi dampak bagi hampir seluruh umat manusia di dunia. Baik itu dari segi kesehatan, ekonomi, maupun kehidupan sosial. Namun, dampak-dampak tersebut dirasakan berbeda bagi masing-masing orang dengan status sosial dan ekonomi yang berbeda-beda. Bagi mereka yang berkecukupan, mudah saja untuk bisa beradaptasi dengan misalnya melakukan pekerjaannya dari rumah (work from home). Bagi mereka yang kekurangan, mau tidak mau harus berkegiatan langsung di tengah-tengah pandemi agar dapat bertahan hidup.

Dilansir dari WHO, hingga saat ini di negara Jepang, kasus COVID-19 telah mencapai sebanyak 764 ribu lebih. Dimana 706 ribu lebih diantaranya dinyatakan sembuh dan 13.606 dinyatakan meninggal dunia. Terkhusus dalam bidang ekonomi, sepanjang tahun 2020, ekonomi Jepang mengalami penurunan sebesar 4.8% dikarenakan pandemi. Walaupun di kuartal terakhir tahun 2020 perkembangan ekonomi Jepang lebih membaik, tapi itupun belum cukup untuk mengembalikan penurunan 4.8% tersebut.

Berbagai macam cara dilakukan oleh pemerintah Jepang dalam usahanya untuk memperbaiki kondisi ekonomi di negaranya. Bersumber dari data CNN, salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan menggunakan stimulus ekonomi sebesar Rp. 9.982,8 triliun untuk mendukung pemulihan ekonomi yang tertekan besar oleh pandemi. Mengutip dari AFP, perdana menteri Jepang Yoshihide Suga mengungkapkan bahwa pemerintahannya menyusun paket stimulus untuk membuka jalan bagi pertumbuhan baru, melindungi mata pencaharian masyarakat, serta mempertahankan lapangan kerja dan menjaga kelangsungan bisnis. Suga mengatakan stimulus akan diberikan dalam bentuk belanja pemerintah secara langsung sebesar 40 triliun Yen. Sisanya akan digelontorkan dalam bentuk pinjaman kepada pihak swasta. Stimulus ini diharapkan akan berdampak baik untuk mengatasi dampak langsung dari pandemi corona seperti misalnya pemenuhan kebutuhan medis dan fasilitas kesehatan, juga tak lupa dalam sektor pariwisata.

Banyak usaha telah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan Jepang untuk beradaptasi dan mempertahankan eksistensi perusahaannya selama pandemi berlangsung. Salah satunya adalah konsep sauna outdoor di dekat sungai Ayago di Hamamatsu. Mereka beroperasi sekali seminggu. Mereka melayani sekitar 20 hingga 30 pelanggan setiap minggunya. Operator tempat ini mengatakan bahwa sauna outdoor ini diharapkan dapat menjadi alternatif yang lebih aman daripada sauna indoor yang biasanya Selena pandemi corona masih berlangsung. Tempat ini telah menarik banyak pengunjung baik itu pengunjung lokal maupun pengunjung dari kota lain di Jepang.

Dari sektor kuliner, selama pandemi virus Corona berlangsung, banyak restoran di Jepang yang terlihat sepi dari pengunjung. Salah satu restoran di Jepang mengakali hal ini dengan menaruh boneka-boneka manekin di kursi-kursi makannya. Pemilik restoran, Masato Takamine mengatakan, ketika ia mengurangi beberapa meja makannya, restoran kelihatan sangat sepi sehingga terlihat seperti sedang direnovasi. Dia berpikir bahwa orang-orang yang lewat tidak akan memilih restoran yang kelihatan sepi. Boneka manekin ini berfungsi selain agar restoran terlihat sedikit lebih ramai untuk menarik pelanggan, juga bermanfaat untuk menjalankan aturan social distancing yang masih berlaku.

Dari hal-hal di atas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa pemerintah dan perusahaan-perusahaan Jepang telah melakukan berbagai macam cara agar dapat melalui pandemi virus Corona tanpa mengalami banyak kerugian. Salah satu usaha yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan tersebut adalah dengan beradaptasi dengan keadaan. Mau tidak mau, suka ataupun tidak suka, mereka harus mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah agar usaha mereka tetap dapat dijalankan dengan baik juga agar pandemi virus Corona di negaranya cepat selesai dan Jepang dapat kembali pulih seperti sedia kala.

Usaha-usaha perusahaan Jepang dalam beradaptasi di tengah pandemi virus Corona ada baiknya kita jadikan pelajaran dalam menjalan kehidupan kita sehari-hari. Baik itu dalam bidang pekerjaan, pendidikan, dan kegiatan-kegiatan lain yang biasa kita lakukan sehari-hari. Di tengah kondisi pandemi sekarang, telah kita lihat banyak kriminalitas bisnis yang memanfaatkan kondisi seperti contohnya penimbunan masker, pemalsuan hasil tes corona, dan tindakan kriminal lain yang tentu saja merugikan bagi negara dan kita secara langsung sebagai rakyatnya. Baiknya kita meneladani orang-orang yang terus berusaha berjuang melawan pandemi secara jujur dan bertanggung jawab agar pandemi ini segera berlalu dan kita dapat kembali menjalani kehidupan tanpa harus dibatas-batasi.

Japan Corner

Budaya dan koleksi tentang Jepang di Universitas Hasanuddin

Artikel Terbaru