Hidup adalah Permainan

Data Buku:

Judul: No Game No Life

Jenis: Light Novel

Penulis: Yuu Kamiya

Alih bahasa: Jessica Fanda Gomulia

Penerbit: PT. Shining Rose Media

Tahun terbit: 20 November 2015

Tebal buku: 327 halaman

Sora dan adik perempuannya, Shiro, merupakan seorang NEET (Not Engaged in Education, Employment or Training) yang artinya pengangguran sekaligus hikikomori (antisosial/pengurung diri). Walaupun begitu, kedua bersaudara ini merupakan gamer jenius yang didesas-desukan sebagai legenda urban di khalayak dunia maya. Pada suatu hari, mereka berdua “dipanggil” dari dunia ini yang mereka sebut sebagai gim berengsek ke dunia paralel oleh seseorang yang menyebut dirinya sebagai dewa. Di dunia tersebut terdapat larangan dari dewa untuk berperang dan semuanya digantikan dengan permainan.

Dunia yang mereka datangi tersebut merupakan dunia fantasi di mana terdapat banyak ras yang mitologis seperti elf, siluman, bahkan dewa. Di balik semua ras itu, terdapat ras yang paling rendah kedudukannya, yaitu ras manusia atau di dalam cerita disebut sebagai “imanity“. Sebelum larangan beperang ditetapkan oleh sang dewa, saat itu terjadi perang besar-besaran antar ras dengan suatu alasan tertentu. Singkat cerita, larangan berperang tersebut dimunculkan dan kekerasan digantikan dengan bermain gim. Walau perang sudah reda, konflik antar ras tidak berlalu begitu saja. Semua konflik diselesaikan dengan bermain gim sehingga dunia yang mereka datangi ini dipenuhi dengan permainan.

Saat mereka datang, mereka tiba di sebuah negara yang diduduki oleh ras manusia di mana terdapat banyak masalah yang menyelimuti negeri itu sebagai negeri dari ras paling terendah. Di sinilah kemudian petualangan mereka dimulai sambil berhadapan dengan masalah-masalah tersebut sembari beradaptasi dengan dunia baru yang mereka datangi itu.

Garis ceritanya cukup sederhana yaitu mereka datang ke suatu dunia untuk menaklukkan dunia tersebut dan bertarung dengan dewa yang telah memanggilnya. Tepat sebelum mereka “dipanggil”, mereka sempat bertarung dengan dewa tersebut dalam permainan catur dan menang. Mereka “dipanggil” ke dunia paralel itu karena dianggap bahwa seolah-olah mereka berdua telah terlahir di dunia yang salah. Karena di dunia mereka sebelumnya mereka terkesan sebagai sampah masyarakat dan keahlian bermain gim mereka sama sekali tidak bernilai.

Yang membuat novel ini enak dibaca karena ceritanya mudah dipahami. Walaupun garis besar ceritanya transparan, yang membuatnya seru adalah bagaimana proses dan perjalanan mereka, sebagai orang yang ahli dalam bermain gim, lalu tiba di dunia dimana semuanya diputuskan dengan bermain gim. Mereka berdua memiliki kelebihan yang saling melengkapi. Si Kakak adalah seorang jenius dalam keahlian strategi si Adik cerdas dalam perhitungan. Gim merupakan keahlian mereka, sehingga mereka berdua tak terkalahkan. Cerita ini memiliki konsep dengan tipe karakter super-power namun dengan sebuah keunikan yaitu super-power non-fisik.

Novel ini memiliki penulis dan ilustrator yang sama, yaitu Yuu Kamiya. Novel ini pertama kali diterbitkan tahun 2012 oleh KADOKAWA Corporation dengan volume pertama berjumlah 275 halaman. Saat ini terdapat 10 volume dari novel ini dan juga memiliki adaptasi manga dan anime. Novel ini sangat cocok untuk para gamer atau orang-orang yang suka bermain gim, karena di dalamnya terdapat banyak sajian dan juga istilah-istilah yang tidak asing oleh para gamer. Juga novel ini cocok untuk para pecinta genre fantasi isekai yang memiliki konsep yang berbeda dari novel fantasi isekai lainnya. Di dalam novel ini disuguhkan ilustrasi-ilustrasi dari karakternya yang menarik dan juga memiliki unsur erotis. Tidak hanya itu, di dalam cerita ini juga terdapat sajian-sajian komedi yang membuat ceritanya lebih seru untuk dibaca.

Penulis : Daffa Satria Alfaetar

Japan Corner

Budaya dan koleksi tentang Jepang di Universitas Hasanuddin

Artikel Terbaru