Muhammad Rafif Ramadhan Taufiq
Hikikomori adalah sebuah kata dari bahasa Jepang untuk mendeskripsikan orang orang yang mengasingkan diri dari dunia dan mengurung diri dikamarnya dan tidak berkomunikasi dengan masyarakat.
Masalah hikikomori ini sangat membuat pemerintah Jepang khawatir pasalnya Pada September 2016, Kantor Kabinet Jepang merilis hasil survei mereka yang menyatakan ada sekitar 541 ribu orang usia 15-39 tahun di Jepang yang melakukan pengasingan sosial akut. Sekitar 35 persennya telah mengisolasi diri selama tujuh tahun atau lebih. Jumlah hikikomori memang menurun ketimbang tahun 2010 yang jumlahnya mencapai 696 ribu orang.
Namun yang harus dicatat adalah: mereka yang mengasingkan diri lebih dari tujuh tahun justru malah meningkat. Ditambah, survei ini tidak mencakup mereka yang berusia di bawah 15 tahun dan di atas 39 tahun. Diperkirakan angka hikikomori lebih besar daripada hasil survei, apalagi mengingat banyak orang yang menyendiri itu tidak mengakses lembaga medis atau organisasi pendukung lainnya sehingga luput dari pendataan.
Prediksi GQ Magazine, tahun 2030 Jepang bakal menerima ledakan hikikomori berusia lanjut ketika banyak dari mereka menginjak usia 60 tahun atau lebih. Hikikomori usia lanjut bakal punya masalah baru karena mereka kehilangan orang tua dan kerabat terdekat yang selama ini menjadi tumpangan hidup. Selain makin menyulitkan upaya pengembalian hikikomori ke lingkungan sosial, pemerintah Jepang patut khawatir jika generasi penerus negeri Sakura banyak dihuni hikikomori.
Meskipun Penyebab seseorang menjadi hikikomori ini bisa dari sebab apa saja,disini saya akan menghubungkan fenomena hikikomori di jepang dengan perkembangan ekonomi jepang,setelah saya menonton link youtube dari sensei tentang ekonomi Jepang yang berjudul “Bagaimana Ekonomi Jepang Mandek Selama 30 Tahun”. Setelah saya menonton link tersebut saya mendapatkan bahwa ada hubungan antara ekonomi Jepang dengan fenomena hikikomori di Jepang saat ini.
Setelah jepang mengalami kekalahan dari Amerika,Jepang yang diperkirakan akan mengalami penurunan ekonomi ternyata Jepang berhasil bertahan dan menjadi salah satu pemimpin ekonomi dunia menyaingi Amerika Serikat pada tahun 80an itu dikarenakan barang barang produksi jepang sangat laku di pasar dunia dikarenakan barangnya yang murah dan kualitas yang tidak kalah dari barang barang Amerika.
Namun setelah perjanjian yang diajukan oleh amerika dengan menurunkan suku mata uang dolar dengan mata uang Jepang yaitu yen, jepang mengalami penurunan pemasukan dari sebelumnya dikarenakan mata uang Jepang yang menguat barang barang yang diproduksi Jepang menjadi sangat mahal di pasar dunia dan semakin sedikit yang membeli barang yang diproduksi Jepang .
Untuk mengatasi hal tersebut pemerintah jepang memutuskan untuk menurunkan suku bunga bank yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah pembelian dalam negeri oleh masyarakat Jepang karena itu juga banyak pengusaha dan masyarakat Jepang mulai berinvestasi di pasar properti, setelah satu tahun kebijakan tersebut berjalan jepang kembali menaikkan suku bunganya,yang menyebabkan banyak dari masyarakat Jepang yang sebelumnya berinvestasi di pasar properti mulai menjual aset-aset yang dimilikinya, namun ternyata akibat yang ditimbulkan sangat tidak disangka sangka karena banyak dari masyarakat yang meminjam uang di bank dengan menggunakan jaminan properti yang sudah menurun harganya membuat jepang mengalami defisit besar besaran. Akibat kejadian tersebut masyarakat mengalami trauma untuk berbelanja dan menginvestasikan uangnya.
Karena sedikitnya masyarakat yang berinvestasi.dan membelanjakan uangnya pengusaha pengusaha jepang semakin mengalami kerugian.meskipun banyak kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah Jepang kebijakan kebijakan yang ditetapkan tidak terlalu berdampak besar karena kehati-hatian masyarakat jepang dalam membelanjakan uangnya. Akibatnya itu banyak pekerja pekerja kantoran yang harus lembur dikarenakan banyaknya pengangguran di jepang mengakibatkan banyak pekerja yang lembur untuk memenuhi tuntutan kerja. Dan mengakibatkan masalah sosial yang membuat pekerja pekerja Jepang mengalami stress yang berlebihan . Dan karena budaya senioritas Jepang banyak pekerja muda Jepang yang tidak dapat mengutarakan ide idenya.
Dari bacaan tersebut saya menarik kesimpulan akibat masalah sosial yang saya jabarkan diatas mengakibatkan hikikomori di Jepang semakin meningkat karena stress yang berlebihan diakibatkan kejadian masa lalu Jepang yang masih terasa sampai sekarang.
Tulisan diatas merupakan pemikiran dari penulis pribadi apabila ada kesalahan penulis meminta maaf dan sangat terbuka untuk menerima saran saran yang diberikan,Terimakasih.

